Hingga saat profile ini di buat, bumi lombok masih mengalami gempa yang cukup dahsyat. Tahun lalu, Lombok di terpa hampir seribu kali gempa, dengan gempa terparah di atas 7 Skala Richter.
Saat Gempa besar terjadi, Istana Dhuafa Foundation ikut turut ambil bagian menjadi Relawan Kemanusian, mengambil fungsi yang dapat di lakukan.
Dan mengambil peran hebat bermanfaat, agar Lombok dapat tersenyum bahagia kembali.
Belum selesai Gempa Lombok, Kejadian Bencana Alam terdahsyat terjadi di Donggala dan Palu-Sulawesi.
5 Bencana Alam hadir sekaligus dalam satu waktu; Banjir Bandang, Tsunami, Longsor, Gempa 8 SR hingga Gerakan Tanah yang dahsyat yang disebut-sebut Likuefaksi, banyak memakan korban dan indonesia pun kembali berduka.
Istana Dhuafa kembali turut mengambil peran, walau belum maksimal, namun Istana Dhuafa mencoba memberikan aksi nyata yang optimal.
Tahun-tahun Duka untuk ibu pertiwi setelah Lombok, Donggala, Palu kemudian disusul Tsunami Selat sunda yang juga memakan banyak Korban. Baik di Lampung juga di Tanah Banten, Korban banyak berjatuhan.
Istana Dhuafa, terus berusaha hadir. Bersama Ormas Kemanusian HILMI FPI, Istana Dhuafa Mencoba hadir dalam duka yang dirasakan oleh warga Banten dan Lampung.
Untuk terus menghidupkan senyum anak-anak Lombok
Kedatangan Kmai di awal, menambahkan luka yang mendalam,saat itu Duka adik-adik Lombok begitu terasa. Kami hibur mereka, Kami Bahagiakan Mereka.
Namun ada kendala yang terjadi, saat Tim Trauma Healing Istana Dhuafa harus kembali ke Jakarta. Adik-adik menangis, adik-adik bersedih akan kepergian kami kembali ke Jakarta. Berarti ada trauma 2 kali, yang pertama pasca bencana, yang kedua bencana kehilangan sosok yang hadir menghibur dan menginspirasi saat adik-adik berada dalam masa trauma.
Kami tersadar, bahwa yang berhak menjaga Lombok adalah putra putri Lombok asli. Saat itu lah kami menginisiasi sebuah gagaan, menggalang dukungan, untuk dapat kembali ke Lombok, guna membangun komunitas Fasilitator anak Lombok, yang terdiri dari remaja dan pemuda asli Lombok. Yang kedepan akan selalu dapat menjaga dan menginspirasi adik-adik Lombok tanpa harus kembalio kemana pun.